Di tengah kemajuan media kontemporer, media menjadi kekuatan penting dalam membentuk dan merepresentasikan identitas. Artikel ini menggali bagaimana media kontemporer mencerminkan identitas melalui kacamata pasca-kolonial, dengan menyoroti pengaruh sejarah kolonial terhadap cara narasi dibangun dalam budaya populer, film, iklan, dan media sosial. Dengan pendekatan teori pasca-kolonial, penelitian ini melihat bagaimana media sering kali memperkuat atau mengubah stereotip tentang ras, gender, dan kelas sosial. Lebih jauh lagi, artikel ini mengkaji dampak representasi ini terhadap cara kita memahami identitas dalam dunia yang masih dipengaruhi warisan kolonial. Selain itu, artikel ini menunjukkan bagaimana media bisa menjadi ruang bagi perlawanan terhadap narasi dominan, sekaligus menjadi tempat bagi identitas baru yang lebih inklusif. Dengan menelaah beberapa contoh dari film, iklan, dan media sosial, penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana identitas dan representasi berkembang dalam konteks pasca-kolonial.
Copyrights © 2025