Pemindaian dokumen cetak ke dalam bentuk dokumen digital dapat digunakan untuk konversi karakter optik ke dalam bentuk teks, yang selanjutnya dapat digunakan untuk proses kerja lainnya seperti proses edit, pencarian dan manajemen pemberkasan hasil pemindaian dokumen. Untuk menghasilkan hasil konversi dengan sempurna sering mendapatkan kendalayang diakibatkan oleh berbagai hal, antara lain ukuran huruf, ketebalan, ketajaman cetakan, jenis huruf yang tidak sesuai dengan template, dan posisi hasil pemindaian dokumen yang miring. Penelitian ini menguji kehandalan dari5 (lima) tipe font yang sering digunakan di Politeknik LP3I Jakarta yaitu arial, times new roman, calibri, tahoma dan book antiquadengan ukuran 12pt, 16pt dan 20pt. Posisi karakter diuji dalam sudut kemiringan dari -10o s/d 10o. Metode yang digunakan dalam proses pengenalan karakter optik ini adalah dengan menggunakan template matching correlation, yaitu teknik untuk mendapatkan nilaiperbandingan karakter pada citra input dan karakter pada citra template. Terdapat kelebihan dan kekurangan pada karakteristik masing-masing tipe font, maka yang dapat dianggap sebagai font yang paling optimal untuk OCR dalam kondisi miring adalah tipe font Arial dan Calibri yang tergabung sebagai kelompok huruf tidak bersirip (sans serif).Sebagai solusi untuk memperbaiki kesalahan pembacaan karakter yang diakibatkan oleh kemiringan dokumen pada sudut tertentu maka dapat dibuat sebuah tool untuk mendeteksi derajat kemiringan citra input, kemudian angka derajat tersebut digunakan untuk memperbaiki posisi citra sehingga dapat memperbaiki hasil OCR.Kata kunci : Optical Character Recognition, Template Matching Correlation, Pemindaian Dokumen
Copyrights © 2016