Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains siswa antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran Collaborative Inquiry Problem Based Learning (CIPBL) dan strategi konvensional. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan non equivalent control group posttest-only design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI Umum di MAN Karangasem yang tidak dipilih secara acak. Metode penelitian meliputi tes uraian dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif menggambarkan peningkatan keterampilan proses sains dan efektivitas CIPBL, serta menggunakan analisis statistik untuk menguji hipotesis perbedaan keterampilan proses sains antara kedua strategi tersebut. Hasil analisis menunjukkan peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan rata-rata total 87,278 (sangat baik) dan nilai Indeks Efektivitas (IE) 100% dalam kategori sangat baik. Uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang belajar menggunakan strategi CIPBL dan strategi konvensional. Hasil uji t yang digunakan adalah asumsi varian homogen, menghasilkan t hitung = -6,452 dengan signifikansi 0,0001 (lebih kecil dari 0,0001). Temuan ini mendukung efektivitas pembelajaran berbasis masalah dan kolaboratif, serta mendorong penelitian lanjutan. CIPBL bisa menjadi alternatif lebih baik dibanding metode konvensional, meningkatkan kualitas pendidikan sains.
Copyrights © 2024