Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pandangan mahasiswa Generasi Z tentang keputusan hidup ChildFree dalam pendekatan kualitatif dan kerangka teori yang dipilih secara rasional. Konsepsi Childfree sekarang dimulai sebagai pilihan hukum dalam masyarakat modern, terutama kehidupan generasi muda. Studi ini terdiri dari 20 siswa dari berbagai universitas semi-terstruktur di Indonesia. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling di mana siswa aktif antara usia 18 dan 25 siap untuk memahami masalah kebebasan anak dan memastikan pandangan reflektif. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan kedalaman dan relevansi data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengklarifikasi motivasi dan implikasi sosial di balik keputusan untuk tidak memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak -anak yang disurvei dikaitkan dengan pertimbangan ekonomi tanpa anak, kemandirian pribadi, motivasi mental, dan persepsi ekologis. Yang lain menolak keputusan ini tentang alasan nilai -nilai budaya dan agama. Studi ini menyimpulkan bahwa keputusan umur anak -anak adalah hasil dari pertimbangan rasional dengan perhitungan kerugian, nilai pribadi dan pengaruh struktural. Penemuan ini memperkaya pemahaman kita tentang dinamika nilai keluarga di era digital dan membuka ruang penelitian baru yang terkait dengan identitas, gender, dan keputusan kehidupan generasi muda.
Copyrights © 2025