Studi ini mengkaji struktur jaringan kekuasaan pada masa Khalifah Utsman bin Affan dengan menyoroti praktik nepotisme politik dan dampaknya terhadap krisis legitimasi. Dengan menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) dari Linton C. Freeman, penelitian ini menganalisis posisi dan hubungan antar aktor kunci berdasarkan konsep degree centrality, closeness centrality, dan betweenness centrality. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan historis-kritis, mengacu pada empat tahapan metode sejarah: heuristik (pengumpulan sumber klasik dan literatur akademik), kritik (penilaian keotentikan dan kredibilitas data), interpretasi (penafsiran hubungan sosial-politik antar aktor dalam konteks historis), dan eksplanasi (pemaparan kausalitas atas dinamika kekuasaan dan krisis legitimasi yang terjadi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan Utsman cenderung berpusat pada jaringan kekuasaan yang didominasi oleh figur-figur dari keluarga Bani Umayyah, sedangkan kelompok-kelompok kritikus berada pada posisi yang lebih marginal meskipun memiliki legitimasi moral yang kuat di mata sebagian masyarakat. Ketidakseimbangan dalam distribusi posisi strategis di dalam jaringan tersebut berkontribusi pada meningkatnya fragmentasi sosial-politik dan berkurangnya kohesi internal pemerintahan. Studi ini menyoroti bahwa terbatasnya jangkauan inklusi terhadap berbagai kelompok dalam struktur kekuasaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya legitimasi politik di akhir masa pemerintahan Utsman
Copyrights © 2025