Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Jejaring Sosial: Nepotisme dan Krisis Legitimasi pada Masa Khalifah Utsman bin Affan (644-656M) Siti Masykuroh
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 6 No. 2 (2025): Islamic History: Intellectual Figures and Social Transformation
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202562815700

Abstract

Studi ini mengkaji struktur jaringan kekuasaan pada masa Khalifah Utsman bin Affan dengan menyoroti praktik nepotisme politik dan dampaknya terhadap krisis legitimasi. Dengan menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) dari Linton C. Freeman, penelitian ini menganalisis posisi dan hubungan antar aktor kunci berdasarkan konsep degree centrality, closeness centrality, dan betweenness centrality. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan historis-kritis, mengacu pada empat tahapan metode sejarah: heuristik (pengumpulan sumber klasik dan literatur akademik), kritik (penilaian keotentikan dan kredibilitas data), interpretasi (penafsiran hubungan sosial-politik antar aktor dalam konteks historis), dan eksplanasi (pemaparan kausalitas atas dinamika kekuasaan dan krisis legitimasi yang terjadi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan Utsman cenderung berpusat pada jaringan kekuasaan yang didominasi oleh figur-figur dari keluarga Bani Umayyah, sedangkan kelompok-kelompok kritikus berada pada posisi yang lebih marginal meskipun memiliki legitimasi moral yang kuat di mata sebagian masyarakat. Ketidakseimbangan dalam distribusi posisi strategis di dalam jaringan tersebut berkontribusi pada meningkatnya fragmentasi sosial-politik dan berkurangnya kohesi internal pemerintahan. Studi ini menyoroti bahwa terbatasnya jangkauan inklusi terhadap berbagai kelompok dalam struktur kekuasaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya legitimasi politik di akhir masa pemerintahan Utsman
Ketika Etika Diuji di Lapangan: Studi Fenomenologi Internalisasi Nilai Profesi Keguruan Novita Kristiani; Mustika Dahlia; Siti Masykuroh; Nur Khasanah
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman secara mendalam bagaimana mahasiswa calon guru di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menginternalisasi nilai-nilai etika profesi keguruan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali persepsi, pengalaman, dan pemaknaan subjektif mahasiswa terhadap proses internalisasi nilai-nilai etika profesi keguruan selama pelaksanaan PPL. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan PPL, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tiga fase internalisasi: (1) fase pengenalan norma etika di lingkungan sekolah, (2) fase konflik antara nilai ideal dan realitas lapangan, serta (3) fase pembentukan identitas profesional yang ditandai dengan internalisasi nilai secara autentik. Nilai-nilai yang terinternalisasi meliputi tanggung jawab, kedisiplinan, empati, dan komitmen profesional. Bimbingan guru serta tekanan situasional di kelas menjadi faktor pendorong utama terbentuknya kesadaran etis mahasiswa. Dengan demikian, PPL tidak sekadar wahana latihan mengajar, melainkan inkubator pembentukan identitas dan etika profesional calon guru yang autentik.