Pelabuhan memerlukan standarisasi desain teknis karena beberapa alasan penting yang mendukung kelancaran dan efektivitas operasional, serta peningkatan daya saing dalam skala global. Meskipun begitu, Indonesia belum memiliki SNI atau standarisasi desain teknis pelabuhan yang berlaku secara nasional. Selama ini dalam pembangunan Pelabuhan, standar yang digunakan masih mengacu pada SNI terkait konstruksi struktur beton, ketahanan terhadap gempa, dan juga standar internasional (OCDI 2009 dan BS-6349). Untuk itu diperlukan analisis kebutuhan mengenai perlunya penyusunan standarisasi desain teknis pelabuhan yang diaplikasikan secara nasional. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket (kuesioner) yang diberikan kepada stakeholder yaitu operator dan regulator bidang pelabuhan sebagai sampelnya. Analisis menggunakan skala likert, tes validitas dan tes reliabilitas untuk mengetahui hasil analisis kebutuhan standar teknis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa evaluasi standarisasi yang berlaku saat ini hanya memenuhi 68% kepuasan stakeholder dan sebanyak 92% responden memberikan dukungan penuh adanya standar desain teknis Pembangunan Pelabuhan di Indonesia.
Copyrights © 2025