Pengrajin batu bata di Dusun Omputty, Kota Ambon, menghadapi kendala keterbatasan air yang selama ini hanya bergantung pada tampungan air hujan. Kondisi ini menyebabkan produksi tidak stabil, khususnya pada musim kemarau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi geolistrik dalam menentukan lokasi potensial sumber air tanah dan membangun sistem distribusi yang efisien guna mendukung produksi bata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah community development melalui sosialisasi, pelatihan, pengukuran geolistrik, pengeboran, pemasangan sistem distribusi, serta evaluasi. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan adanya akuifer potensial pada kedalaman ± 9 meter yang aman dari intrusi air laut. Pengeboran berhasil mendapatkan sumber air tanah yang stabil, kemudian dialirkan melalui pompa menuju profil tank berkapasitas 2.200 liter dan disalurkan ke kolam pencampuran. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana produksi kelompok pengrajin meningkat dari rata-rata 3.000 bata per minggu menjadi 4.250 bata per minggu (naik ±41,67%). Dengan tersedianya air yang stabil, proses produksi dapat berlangsung konsisten dan lebih efisien. Program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pengrajin bata di Dusun Omputty.
Copyrights © 2025