Studi ini menginvestigasi praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis gender pada UMKM-perempuan di Makassar dengan menekankan dinamika kultural, struktural, dan digital yang membentuk keputusan manajerial sehari-hari. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus kolektif, penelitian ini melibatkan 18 pemilik UMKM dan 7 pekerja, memanfaatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen internal. Temuan mengidentifikasi tiga domain utama: praktik SDM yang didominasi informalitas dan jaringan kekerabatan; hambatan gender seperti beban ganda, pembagian kerja berbasis stereotip, serta minimnya akses pelatihan manajerial; dan kebutuhan pelatihan yang bersifat praktis, fleksibel, serta sensitif terhadap konteks sosial-budaya Makassar. Studi ini menegaskan pentingnya intervensi lintas-sektor yang menggabungkan nilai lokal, dukungan sosial, dan penguatan profesionalisme, termasuk integrasi dukungan finansial dengan layanan non-finansial seperti penitipan anak, konseling bisnis, dan pelatihan modular berbasis gender. Temuan juga menyoroti peluang penguatan literasi digital dalam manajemen SDM, sekaligus memperingatkan bahwa teknologi hanya efektif bila diiringi pendampingan teknis. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat urgensi pendekatan kontekstual dan multidimensi dalam memahami organisasi yang ter-gender-kan, sementara secara praktis penelitian ini menghasilkan rekomendasi pelatihan dan kebijakan yang dapat memperkuat kapasitas manajerial perempuan dan daya saing UMKM lokal.
Copyrights © 2025