Pendidikan berperan penting dalam membentuk generasi berkualitas, dan guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dalam pengembangan akademik dan karakter siswa. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) membantu siswa mengatasi masalah pribadi serta mengoptimalkan potensinya. Dalam era Kurikulum Merdeka, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif sesuai kebutuhan siswa. Namun, di Kota Tobelo, Halmahera Utara, guru BK tingkat SMP masih menghadapi tantangan dalam penyusunan dan penerapan layanan BK berbasis Kurikulum Merdeka. Melalui kegiatan pendampingan PKM, dilakukan peningkatan kompetensi profesional bagi 15 guru BK. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: seluruh peserta (100%) memahami prinsip dan implementasi Kurikulum Merdeka; 93,33% mampu menyusun program layanan BK sesuai kebutuhan siswa; seluruh peserta (100%) dapat menyusun program layanan BK setelah pelatihan; dan 13 peserta (86,67%) mampu membuat modul bahan ajar BK menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan efektif dalam meningkatkan kemampuan guru BK dalam merancang layanan dan modul pembelajaran inovatif berbasis Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025