Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam sistem akuntansi berbasis cloud pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menganalisis dampaknya terhadap pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada tiga UMKM di sektor kuliner, ritel, dan jasa yang telah mengadopsi QRIS sekaligus memanfaatkan aplikasi akuntansi berbasis cloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS mempercepat proses transaksi dan memberikan bukti pembayaran digital yang lebih rapi, namun integrasi otomatis dengan sistem akuntansi masih terbatas. Hambatan utama terletak pada aspek teknis berupa keterbatasan fitur sinkronisasi antara QRIS dan aplikasi akuntansi, keterbatasan literasi digital pelaku usaha, serta ketergantungan terhadap kualitas jaringan internet. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun QRIS meningkatkan efisiensi, pencatatan manual masih sering dilakukan sehingga rawan kesalahan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan integrasi langsung QRIS cloud accounting melalui Application Programming Interface (API) serta peningkatan literasi digital keuangan untuk mengoptimalkan pencatatan transaksi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.
Copyrights © 2025