Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas laboratorium terhadap pentingnya Pemantapan Mutu Internal (PMI) dalam pemeriksaan preparat Basil Tahan Asam (BTA) yang merupakan bakteri penyebab Tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di Indonesia. Pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen (ZN) merupakan metode utama dalam menegakkan diagnosis TBC. Namun, kualitas pemeriksaan tersebut sangat bergantung pada penerapan Pemantapan Mutu Internal (PMI) di laboratorium. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan dan media poster kepada 20 petugas laboratorium di RS Muhammadiyah Palembang. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PMI secara langsung dapat meningkatkan kompetensi petugas laboratorium dalam memastikan keakuratan hasil pemeriksaan BTA, sehingga mendukung program pengendalian TBC secara lebih efektif.
Copyrights © 2025