This article discusses pastoral visitation as a model of theological accompaniment that plays an important role in the formation of church members' faith. The background for this writing is based on the reality that the practice of visitation is often marginalized amidst the busyness of church service and social change, despite having a strong biblical and theological foundation. The method used is qualitative with a practical theological approach. Research findings indicate that pastoral visits significantly contribute to strengthening personal spirituality, community solidarity, and holistic faith formation, despite facing challenges such as time constraints, congregational resistance, and digital developments. In conclusion, pastoral visitation remains relevant as a strategy for faith accompaniment. Suggestions for further research include exploring digital and intercultural forms of visitation to meet the needs of today'scongregation.Abstrak:Artikel ini membahas visitasi pastoral sebagai model pendampingan teologis yang berperan penting dalam formasi iman jemaat. Latar belakang penulisan didasari oleh kenyataan bahwa praktik visitasi sering kali terpinggirkan di tengah kesibukan pelayanan gereja dan perubahan sosial, padahal memiliki dasar biblika dan teologis yang kuat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologi praktis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa visitasi pastoral berkontribusi signifikan dalam memperkuat spiritualitas pribadi, solidaritas komunitas, serta pembentukan iman yang holistik, meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan waktu, resistensi jemaat, dan perkembangan digital. Kesimpulannya, visitasi pastoral tetap relevan sebagai strategi pendampingan iman. Saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi bentuk visitasi digital dan interkultural untuk menjawab kebutuhan jemaat masa kini.Kata Kunci: Visitasi, Pastoral, Iman Jemaat.
Copyrights © 2025