Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, tidak semua ibu setelah melahirkan mampu memberikan ASI secara optimal. Beberapa faktor yang memengaruhi kelancaran produksi ASI meliputi stres, kelelahan, serta kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugestif (SPEOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode SPEOS dalam meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Puskesmas Wire, Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi penelitian terdiri dari 30 ibu post partum, dan sampel sebanyak 16 orang dipilih melalui teknik simple random sampling dengan rumus Federer. Penelitian ini dilakukan menggunakan dengan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kelancaran ASI yang kurang optimal. Setelah diberikan intervensi, mayoritas responden menunjukkan peningkatan dalam kelancaran ASI. Hasil Analisis Bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan Nilai p-value 0,001 < 0,05, yang menandakan adanya efektivitas signifikan dari metode SPEOS. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode SPEOS efektif dalam meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas. Kata kunci : Metode SPEOS, Kelancaran ASI, Ibu Nifas
Copyrights © 2025