Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan (needs assessment) dan potensi pengembangan media pembelajaran digital yang mengintegrasikan flora dan fauna endemik Banyuwangi ke dalam materi Biologi SMA/MA. Latar belakang penelitian adalah rendahnya relevansi materi Biologi yang bersifat universal dengan konteks lingkungan lokal, khususnya di Banyuwangi yang kaya akan keanekaragaman hayati endemik (misalnya, Rafflesia zollingeriana dan Banteng Jawa). Penelitian ini menggunakan desain Survei Kebutuhan Kualitatif-Kuantitatif Campuran dengan melibatkan 30 siswa kelas X dan XI, 5 Guru Biologi, dan 2 Pakar Konservasi/Lingkungan di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan siswa, wawancara terstruktur dengan guru, dan analisis silabus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% siswa merasa materi Biologi saat ini kurang relevan dan 85% guru kesulitan mencari media yang kontekstual. Potensi pengembangan media digital sangat tinggi, khususnya dalam format Aplikasi Mobile Berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat menyajikan visualisasi 3D Banteng Jawa atau proses penyerbukan Rafflesia. Studi menyimpulkan adanya kesenjangan signifikan antara materi ajar Biologi dan konteks lokal, sehingga pengembangan media digital berbasis endemik Banyuwangi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat belajar, relevansi materi, dan kesadaran konservasi siswa.
Copyrights © 2025