Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif persepsi dan implementasi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium Kimia oleh guru dan siswa SMA di Kabupaten Banyuwangi. Laboratorium Kimia merupakan tempat vital untuk praktik ilmiah, namun juga berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain Survei Kualitatif-Kuantitatif Campuran (Mixed Methods) dengan melibatkan 5 Guru Kimia, 5 Pranata Laboratorium/Teknisi, dan 50 Siswa kelas XI IPA dari lima SMA berbeda di Banyuwangi. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (untuk mengukur persepsi risiko dan kepatuhan prosedur), sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kinerja praktik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat persepsi risiko siswa (Rata-rata 3.8/5.0) berada pada kategori sedang, namun tingkat kepatuhan implementasi K3 (Rata-rata 2.9/5.0) berada di kategori rendah, terutama dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengelolaan limbah B3. Wawancara mengungkap bahwa hambatan utama adalah minimnya anggaran rutin untuk pemeliharaan APD dan budaya quick-fix yang mengabaikan prosedur baku. Studi menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara pengetahuan prosedural K3 dan perilaku aktual di lapangan, menuntut intervensi melalui pelatihan praktis dan pengawasan struktural yang lebih ketat.
Copyrights © 2025