Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kimia dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan meningkatkan kompetensi praktis siswa dalam pengelolaan sampah kimia rumah tangga (Household Hazardous Waste - HHW) di komunitas SMA/SMK di Banyuwangi. HHW, seperti baterai bekas, pembersih lantai, dan aerosol, merupakan sumber polusi lingkungan yang sering terabaikan dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research - PAR) dengan siklus 1: Asesmen Kebutuhan dan Siklus 2: Intervensi Edukasi. Partisipan penelitian meliputi 40 siswa anggota Klub Sains/Pecinta Alam dari dua sekolah di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Pre-test/Post-test (mengukur kesadaran dan pengetahuan HHW), Wawancara Terfokus, dan Analisis Produk (pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan HHW sederhana). Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan HHW dari rata-rata 55% (Pre-test) menjadi 85% (Post-test) setelah intervensi berbasis Kimia (materi Kimia Hijau dan Toksikologi Dasar). Hasil kualitatif menunjukkan peningkatan Tingkat Efikasi Diri siswa dalam mengedukasi keluarga dan komunitas mereka. Studi menyimpulkan bahwa integrasi konsep Kimia (sifat asam-basa, reaktivitas) dengan isu lingkungan lokal adalah metode efektif untuk mentransformasi pengetahuan menjadi tindakan konservasi yang bertanggung jawab di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025