Remaja merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan akibat kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan deteksi dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan umum, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok An-Nur Tanggulangin, Sidoarjo, melalui serangkaian pelatihan dan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan remaja, diikuti dengan persiapan metode, perekrutan peserta, edukasi teoretis, dan praktik langsung. Materi kesehatan yang disampaikan meliputi topik kesehatan umum, kesehatan reproduksi, dan kesejahteraan mental. Peserta juga dilatih untuk melakukan penilaian kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kadar glukosa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 47,62% peserta memiliki tekanan darah normal, 23,81% berada pada rentang pre-hipertensi, dan 28,57% menunjukkan tanda-tanda hipertensi tahap 1. Pemeriksaan hemoglobin menunjukkan bahwa 36,84% remaja memiliki kadar di bawah normal, sementara pemeriksaan glukosa menunjukkan semua hasil dalam batas normal. Hal ini menunjukkan pentingnya skrining dan edukasi dini untuk remaja. Program ini juga berhasil menghasilkan kader kesehatan remaja terlatih, mengembangkan media edukasi digital dan cetak, serta menghasilkan artikel ilmiah untuk publikasi. Partisipasi aktif dari institusi mitra dan remaja sangat berkontribusi pada keberhasilan program ini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan tetapi juga memberdayakan remaja untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dan dapat menjadi model untuk intervensi edukasi kesehatan serupa di komunitas remaja lainnya. Kata kunci: kesehatan remaja, pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, kesehatan reproduksi, deteksi dini
Copyrights © 2026