Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana media sosial berpengaruh terhadap timbulnya pro dan kontra masyarakat terhadap seni tari modern yang mengandung unsur LGBT. Media sosial kini menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi dan pembentukan opini publik, termasuk dalam isu seni dan keberagaman gender. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang terdiri dari generasi milenial dan generasi Z di Provinsi Bali. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pandangan masyarakat, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,425 dan tingkat signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar pula pengaruhnya dalam membentuk sikap masyarakat terhadap seni tari modern yang bersifat inklusif. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bagaimana narasi, komentar, dan konten visual yang beredar di media sosial dapat memperkuat persepsi positif maupun negatif, sehingga menjadi faktor penting dalam dinamika penerimaan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran media sosial sebagai wadah edukasi, komunikasi, dan pembentuk kesadaran publik terhadap keberagaman dalam seni dan budaya.
Copyrights © 2025