Plak gigi dan pertumbuhan mikroorganisme patogen merupakan penyebab utama karies dan penyakit periodontal. Siwak (Salvadora persica), yang dikenal sebagai chewing stick atau sikat gigi alami, telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad dalam budaya Muslim untuk kebersihan mulut. Penelitian ilmiah modern menunjukkan bahwa siwak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen terapeutik. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mensintesis temuan-temuan ilmiah mengenai efektivitas siwak, baik secara mekanik maupun kimiawi, dalam menurunkan indeks plak dan menghambat pertumbuhan bakteri rongga mulut. Sintesis dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa siwak (Salvadora persica) secara konsisten efektif dalam menurunkan indeks plak. Efek ini diyakini berasal dari dua mekanisme: (1) Efek mekanik dari serat-serat batang siwak yang berfungsi layaknya sikat g igi, dan (2) Efek kimiawi dari pelepasan senyawa aktif alami, termasuk alkaloid (seperti salvadorine), klorida, silika, sulfur, vitamin C, dan sejumlah minyak esensial, yang memiliki sifat antibakteri. Selain itu, ekstrak siwak juga terbukti dapat meningkatkan pH saliva, yang berkontribusi pada pencegahan demineralisasi email gigi. Beberapa penelitian membandingkan efektivitas siwak dengan sikat gigi konvensional atau chlorhexidine 0,2%, dengan hasil yang bervariasi namun menunjukkan potensi signifikan siwak sebagai alternatif yang alami. Siwak (Salvadora persica) terbukti efektif sebagai agen antiplak dan memiliki aktivitas antimikroba yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Oleh karena itu, siwak dapat direkomendasikan sebagai alat yang efektif, ekonomis, dan alami dalam praktik pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehari-hari, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi produk kesehatan gigi modern.
Copyrights © 2025