Kenakalan remaja merupakan fenomena yang kian meningkat dan menjadi sumber kecemasan bagi orang tua, terutama di wilayah Desa Kemuningsari Kidul, Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kenakalan remaja dengan tingkat kecemasan orang tua. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 87 orang tua yang memiliki anak remaja usia 10–19 tahun, dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self-Report Delinquency (SRD) untuk mengukur kenakalan remaja dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur tingkat kecemasan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori kenakalan sedang hingga tinggi, dan sebagian besar orang tua mengalami kecemasan sedang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kenakalan remaja dengan kecemasan orang tua (ρ = 0,000 < α = 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kenakalan remaja, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami orang tua. Oleh karena itu, penting bagi pihak keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan peran dalam pengawasan dan pembinaan remaja guna menekan perilaku menyimpang serta mengurangi kecemasan orang tua.
Copyrights © 2025