Penelitian ini menelaah keberlanjutan industri kain tenun di Desa Atubul Dol, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai bentuk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang memiliki nilai sosial dan ekonomi penting bagi masyarakat kepulauan. Tujuannya adalah untuk memahami keterkaitan antara ketersediaan bahan baku, modal usaha mandiri, serta strategi pemasaran dalam mendukung kesejahteraan pengrajin dan pelestarian tradisi menenun. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan bahan baku dan modal pribadi merupakan kendala utama yang menghambat produksi, namun inovasi melalui kolaborasi komunitas dan penggunaan media digital membuka peluang pengembangan yang lebih luas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi.
Copyrights © 2026