p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JENDELA PENGETAHUAN
Riry, Robert Berthy
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cassava (Manihot Esculenta Crantz) Processing as Enbal to Support Food Security in Wab Village, Hoat Sorbay Subdistrict, Southeast Maluku Regency Rahakratat, Giliant; Riry, Robert Berthy; Manakane, Susan Evelin
JENDELA PENGETAHUAN Vol 17 No 2 (2024): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp17iss2pp268-282

Abstract

This study aims to explore the process of processing cassava (Manihot esculenta Crantz) into enbal and its contribution to food security among the community in Wab Village, Hoat Sorbay District, Southeast Maluku Regency. The method used is qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results of the study indicate that the cassava processing process involves several stages, from cleaning, rinsing, grating, pressing, to air-drying. Farmers use simple tools and traditional methods passed down through generations. The processed cassava is stored in open places such as trays and sieves (Sivat) and is immediately processed to prevent spoilage and mold. The quick and efficient production of enbal helps maintain the quality and taste of the final product. The study also found that the abundance of cassava in farmers' fields ensures a stable supply of food reserves, reduces dependence on external food sources, and supports the economic stability of farmers' families. In conclusion, the cassava processing method into enbal applied by farmers in Wab Village not only supports local food security but also strengthens the local economy through optimal and sustainable utilization of local resources.
Optimalisasi Sanitasi Lingkungan di Pasar Mardika Kota Ambon Mane, Sundari; Riry, Robert Berthy; Manakane, Susan Evelin
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp35-46

Abstract

Market sanitation is a crucial aspect of public health and urban community welfare. The Mardika Market in Ambon City faces major challenges in hygiene management due to limited facilities, low hygienic awareness, and weak institutional coordination. This study aims to analyze the market’s sanitation conditions, identify inhibiting factors, and formulate optimization strategies based on community participation and local public policy. A qualitative descriptive approach was employed through observations, in-depth interviews, and documentation with traders, visitors, and market managers. Findings show that only 46% of sanitation facilities function properly, 62% of drainage systems are blocked, and only 36% of traders regularly maintain cleanliness. Community-based and institutional strengthening strategies were effective in improving sanitation management. Integrating Maluku’s socio-cultural values such as mutual cooperation becomes essential for building a sustainable sanitation system. This study enhances understanding of eco-social public policy.
Pengembangan Wisata Pantai Namasua di Negeri Naku Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Labery, Cornelia M; Osok, Rafael Marthinus; Riry, Robert Berthy
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp47-62

Abstract

Dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan di wilayah kepulauan, integrasi antara potensi ekologis dan partisipasi masyarakat lokal menjadi prasyarat utama terciptanya destinasi wisata yang berdaya saing. Kajian ini bertujuan menganalisis potensi, tantangan, dan merumuskan model konseptual pengembangan wisata Pantai Namasua berbasis pemberdayaan masyarakat di Negeri Naku, Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan 30 responden dari unsur masyarakat, wisatawan, dan pemerintah negeri. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman destinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Namasua memiliki potensi tinggi pada aspek keindahan lanskap dan kebersihan lingkungan, namun terkendala oleh minimnya fasilitas dasar, kelembagaan pengelola, serta promosi digital. Partisipasi masyarakat telah terbentuk, tetapi belum terstruktur dalam model tata kelola berbasis komunitas. Model konseptual yang dihasilkan menekankan sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha dan komunitas
Pengembangan Karya Lokal Kain Tenun untuk Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga di Desa Atubul Dol Kecamatan Wertambrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ngoranmele, Maria M.; Pinoa, Wiclif Sephnath; Riry, Robert Berthy
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp100-109

Abstract

Penelitian ini menelaah keberlanjutan industri kain tenun di Desa Atubul Dol, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai bentuk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang memiliki nilai sosial dan ekonomi penting bagi masyarakat kepulauan. Tujuannya adalah untuk memahami keterkaitan antara ketersediaan bahan baku, modal usaha mandiri, serta strategi pemasaran dalam mendukung kesejahteraan pengrajin dan pelestarian tradisi menenun. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan bahan baku dan modal pribadi merupakan kendala utama yang menghambat produksi, namun inovasi melalui kolaborasi komunitas dan penggunaan media digital membuka peluang pengembangan yang lebih luas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi.