Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman berkomunikasi penulis Sunda dalam menulis dan menyampaikan pesan budaya, serta memahami motivasi, strategi, dan nilai yang mereka pegang dalam proses kepenulisan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini melibatkan delapan penulis Sunda yang aktif berkarya di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama penulis Sunda adalah pelestarian bahasa dan budaya, yang dipandang sebagai panggilan batin dan bentuk tanggung jawab moral. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup observasi faktual, refleksi mendalam, dan penggunaan bahasa komunikatif yang adaptif terhadap pembaca. Nilai dan idealisme kepenulisan mencerminkan kejujuran, moralitas, serta komitmen terhadap pelestarian budaya. Selain itu, penulis Sunda juga aktif dalam upaya regenerasi melalui pelatihan sastra dan digitalisasi karya. Penelitian ini menegaskan peran penulis Sunda sebagai agen pelestarian budaya yang mampu menjadi mediator antara tradisi lokal dan arus global.
Copyrights © 2025