Masalah gizi pada anak balita masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting, wasting (gizi buruk), underweight (kurus), dan overweight (gizi berlebih) yang masih tinggi. Semua kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara nutrisi yang masuk dan kebutuhan tubuh anak, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Lebih lanjut, hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak terhadap penyakit dan kematian. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran status gizi balita dengan menggunakan indikator TB/U, BB/TB dan BB/U. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang dilakukan dengan cara mengambil seluruh responden yang berada pada saat penelitian dilakukan sebanyak 220 balita yang tersebar di Posyandu Kampung Makian, Gandasuli Mawar Merah Anggrek, Panamboang Melati dan Papaloang Puncak Sibela. Dari 220 balita di 4 posyandu, ditemukan 5.9% status gizi pendek dan sangat pendek 15%, status gizi buruk 3.2% dan gizi kurang 11.8%, berisiko gizi lebih 5.5% dan 1.4%, status gizi berat badan sangat kurang 3.6%, berat badan kurang 15.9% dan risiko berat badan lebih 3.2%. Diharapkan adanya pelatihan khusus bagi petugas kesehatan dan kader posyandu terkait dengan pengukuran antropometri, pembuatan MP-ASI, dan penanganan masalah gizi.
Copyrights © 2025