Saat ini permintaan energi meningkat seiring perkembangan perekonomian dan teknologi, tetapi kebutuhan energi masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan tidak terbarukan. Oleh karena itu, diperlukan adanya alternatif bahan bakar lain yang dapat diperbarui seperti biodiesel yang akan menggantikan penggunaan bahan bakar fosil (solar). Biodiesel secara komersial diproduksi melalui proses transesterifikasi antara minyak nabati dan metanol dengan adanya katalis, dimana juga dihasilkan produk samping berupa gliserol. Biodiesel dari minyak Calophyllum inophyllum L. dapat memberikan masa depan yang menjanjikan sebagai sumber bahan bakar terbarukan. Untuk meningkatkan yield biodiesel dan laju reaksi, metode microwave dan penambahan katalis digunakan dalam penelitian ini. Penggunaan microwave memberikan perpindahan panas yang lebih efektif karena energi langsung ditransfer ke reaktan dan dapat meminimalkan waktu transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek antara jenis katalis basa heterogen dan waktu transesterifikasi terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel. Sementara katalis yang digunakan adalah CaO dan CaCO3 dengan waktu transesterifikasi selama 2, 6, 10, 20, dan 30 menit. Waktu optimum untuk semua jenis katalis adalah 10 menit dengan daya 300 Watt dan konsentrasi katalis 1%, dimana diperoleh nilai yield sebesar 78,92% (CaO-kulit telur), 71,07% (CaO-komersial), 65,36% (CaCO3-kulit telur), dan 53,89% (CaCO3-komersial). Produk biodiesel yang sesuai standar SNI dihasilkan pada katalis CaO kulit telur yang mempunyai densitas sebesar 0,8895 g/ml dan viskositas sebesar 5,7003 cSt. Sementara komponen metil ester yang terdeteksi berupa metil palmitat, metil linoleat, metil oleat, metil stearat, dan metil laurat, dimana kandungan terbesar adalah metil oleat sebesar 59,789%.
Copyrights © 2025