Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia karena mengandungkarbohidrat kompleks dan dapat memberikan berbagai nutrisi penting lainnya bagi tubuh. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa beras itu bersih, tak berbau, dan memiliki harga lebih mahal, beras tersebut berkualitas baik, padahal belum tentu beras yang dimaksud tersebut mempunyai kualitas baik. Untuk alasan ini, kualitas beras ditentukan selama penelitian, dan ini membantu membedakan antara kualitas yang baik dan yang buruk nantinya. Kualitas beras dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pecahan bulir, warna yang tidak rata, dan bau. Pada penelitian ini persentase butir beras pecah dan keseragaman warna digunakan untuk menentukan kualitas beras. Pada penelitian ini digunakan parameter kerusakan gabah dan sebaran warna, diproses dengan K-means clustering, dan skor cluster digunakan sebagai skor kelas untuk pelabelan kultivar padi menurut mutu medium 1. Selain itu, data yang berisi cluster berlabel diproses untuk mendapatkan klasifikasi. Akurasi dan metode klasifikasi terbaik adalah neural network dengan 99,85%.
Copyrights © 2025