Kasus stunting masih ditemukan di Dukuhan Nayu RW 8, Kelurahan Joglo, Surakarta, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang balita. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas kader kesehatan sebagai penggerak utama dasawisma dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pemberdayaan dasawisma. Sasaran kegiatan meliputi kader kesehatan dan ibu balita di wilayah Dukuhan Nayu RW 8. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi tentang gizi seimbang, pelatihan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, serta pendampingan praktik lapangan oleh dosen dan tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dari rata-rata nilai 65 menjadi 90 berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kader lebih terampil dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi hasil pertumbuhan balita. Selain itu, masyarakat mulai menunjukkan perubahan perilaku dalam pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader kesehatan dan mengoptimalkan peran dasawisma sebagai mitra strategis tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Copyrights © 2025