Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan No Work No Pay dalam sistem kerja outsourcing yang diatur melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di PT. Mulia Esa Catur Abadi. Fokus utama diarahkan pada dampak kebijakan terhadap motivasi kerja, konsistensi kehadiran, produktivitas, serta efisiensi biaya operasional, khususnya dalam pengelolaan shift dan pembayaran lembur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan informan dari pihak manajemen dan karyawan yang mengalami langsung dampak kebijakan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terbuka, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kontrak kerja serta data absensi dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan No Work No Pay mampu meningkatkan kedisiplinan dan menekan angka absensi, namun juga menimbulkan tekanan psikologis dan finansial bagi karyawan, terutama ketika ketidakhadiran disebabkan oleh kondisi yang tidak dapat dihindari. Selain itu, absensi berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja dalam satu shift dan memicu kebutuhan lembur, yang berimplikasi pada peningkatan biaya operasional perusahaan mitra. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur ketenagakerjaan dengan menggabungkan aspek regulatif dan dinamika manajerial dalam praktik outsourcing. Temuan ini juga merekomendasikan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih komunikatif dan berorientasi pada kesejahteraan tenaga kerja, agar tercipta keseimbangan antara efisiensi operasional dan stabilitas kerja karyawan dalam sistem outsourcing.
Copyrights © 2026