Penggunaan ponsel pintar pada malam hari meningkatkan paparan cahaya biru yang dapat menekan melatonin dan mengganggu tidur. Fitur filter sinar biru dikembangkan sebagai upaya mitigasi, namun efektivitasnya masih diperdebatkan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara seberapa sering fitur filter sinar biru digunakan dan kualitas tidur yang diperoleh. Studi observasional potong lintang dilakukan pada 40 responden berusia 17–23 tahun. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI, sedangkan intensitas penggunaan fitur filter dinilai melalui kuesioner khusus (skor 0–30). Analisis menggunakan uji Chi-square, korelasi Spearman, dan Cramer’s V. Sebanyak 57,5% responden mengalami kualitas tidur buruk, meskipun 55% menggunakan fitur filter secara intensif. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara penggunaan fitur filter dan kualitas tidur (p = 0,385; r = 0,137). Pemakaian fitur filter sinar biru tidak berhubungan secara signifikan terhadap kualitas tidur, yang lebih dipengaruhi oleh faktor multifaktorial seperti durasi penggunaan ponsel dan stres.
Copyrights © 2025