Program tahfidz di pesantren menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi hafalan santri, terutama bagi santri mahasiswa yang harus membagi waktu antara studi akademik dan kegiatan pesantren. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi manajerial pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Malang dalam meningkatkan capaian hafalan Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menerapkan strategi manajerial melalui empat fungsi utama manajemen, perencanaan jadwal hafalan adaptif, pengorganisasian pembimbing tahfidz, pelaksanaan melalui motivasi spiritual dan muroja’ah rutin, serta pengawasan lewat evaluasi hafalan berkala. Strategi yang adaptif dan bernilai spiritual ini terbukti efektif meningkatkan capaian hafalan dan membentuk sistem pembinaan tahfidz yang terarah serta berkelanjutan.
Copyrights © 2025