Falsafah pendidikan berfungsi sebagai landasan normatif dan metodologis dalam membentuk worldview (pandangan dunia) dan etika umat beragama. Dengan menyinergikan dimensi epistemologis (sumber pengetahuan), ontologis (hakikat eksistensi), dan aksiologis (nilai), falsafah pendidikan membantu merumuskan tujuan pendidikan religius yang tidak hanya mentransfer pengetahuan teologis tetapi juga menumbuhkan kapasitas reflektif, tanggung jawab moral, dan kompetensi sosial. Studi empiris menunjukkan bahwa pendidikan yang menempatkan pembelajaran worldviews sebagai bagian dari keseluruhan budaya sekolah dipandang penting oleh guru dan berdampak pada kehidupan beragama peserta didik. Dalam konteks pluralitas dan tantangan digital, pendidikan agama yang berakar pada falsafah pendidikan dapat memperkuat etika keberagamaan, moderasi, serta literasi moral digital. Oleh karena itu, integrasi falsafah pendidikan ke dalam kurikulum, kebijakan sekolah, dan pengembangan profesional guru menjadi langkah strategis untuk membentuk pandangan dunia dan etika yang kritis, inklusif, dan kontekstual.
Copyrights © 2025