Krisis ekonomi menimbulkan tekanan besar terhadap stabilitas finansial lembaga nirlaba, termasuk masjid, yang sebagian besar masih bergantung pada donasi masyarakat yang tidak menentu. Penelitian ini berfokus pada upaya Masjid An-Nur Prapen Indah Surabaya dalam merumuskan dan menerapkan strategi pengelolaan keuangan guna menjaga ketahanan finansial di tengah situasi krisis. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pengurus, pengamatan langsung, serta telaah dokumen keuangan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan infak tunai hingga lebih dari 50%. Sebagai langkah antisipasi, pengurus mengimplementasikan sejumlah strategi, antara lain pengendalian biaya, diversifikasi sumber dana melalui penggunaan donasi digital (QRIS), serta pemanfaatan saldo kas periode sebelumnya sebagai cadangan operasional. Selain itu, penerapan prinsip transparansi keuangan secara konsisten turut memperkuat kepercayaan jamaah. Sinergi dari berbagai strategi tersebut memungkinkan masjid mempertahankan ketahanan finansial dan tetap melaksanakan program sosialnya. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan model manajemen hibrida yang memadukan prinsip keuangan modern dengan modal sosial tradisional dalam mendukung keberlanjutan organisasi keagamaan di masa depan.
Copyrights © 2025