Dunia maya kini menjadi ruang strategis untuk pelayanan dan kesaksian iman, namun juga menghadirkan tantangan etis dan spiritual seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, eksploitasi citra diri, serta munculnya “pemimpin rohani dadakan” tanpa dasar teologis yang kuat. Kondisi ini menuntut hamba Tuhan untuk memiliki pedoman etika digital yang bersumber dari nilai-nilai Kristiani dan meneladani Kristus dalam seluruh perilaku digitalnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan prinsip dan penerapan etika digital bagi hamba Tuhan dengan menjadikan teladan Kristus sebagai paradigma etis kontekstual di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur (library research) dengan pendekatan hermeneutika analitis kontekstual, yang menafsirkan ajaran dan karakter Kristus dalam teks Injil serta merekontekstualisasikannya ke dalam praktik digital masa kini. Hasil penelitian mengidentifikasi lima prinsip utama etika digital, yaitu kejujuran dan transparansi, penghormatan terhadap privasi, kesopanan dan kasih dalam komunikasi, penghindaran konflik tidak perlu, serta tanggung jawab atas konten yang dibagikan. Selain itu, ditemukan tujuh teladan Kristus yang relevan bagi hamba Tuhan di ruang digital yaitu kasih tanpa batas, kerendahan hati, menjadi terang dunia, ketahanan terhadap godaan, membangun komunitas, membela kebenaran, dan hidup dalam damai.
Copyrights © 2025