SMAN 2 Kuningan memiliki tantangan dalam menyeleksi siswa yang eligible untuk mengikuti SNBP. Proses seleksi ini penting karena sangat berpengaruh terhadap masa depan akademik siswa. Permasalahan yang terjadi di SMAN 2 Kuningan adalah proses pemeringkatan yang ada tidak dilakukan secara efisien. Guru Bimbingan Konseling (BK) melakukan pemeringkatan terhadap seluruh siswa kelas 12 dengan menggunakan nilai rapor terlebih dahulu menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) penentuan siswa eligible SNBP di SMAN 2 Kuningan menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS). Metode ARAS dipilih karena kemampuannya dalam menentukan nilai utilitas relatif dari alternatif dengan membandingkannya terhadap solusi optimal hingga menghasilkan pemeringkatan yang lebih akurat. Penelitian ini mengintegrasikan nilai rapor dan prestasi akademik maupun non-akademik dalam satu sistem untuk menghasilkan pemeringkatan secara efisien dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 101 dari 251 siswa jurusan MIPA dinyatakan eligible dengan nilai tertinggi 0,9774 dan nilai terendah 0,8769. Sedangkan jurusan IPS, 44 dari 108 siswa dinyatakan eligible dengan nilai tertinggi 0,9874 dan nilai terendah 0,9004. Implementasi metode ARAS terbukti efektif dalam menghasilkan pemeringkatan yang objektif serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penentuan siswa eligible SNBP.
Copyrights © 2025