Kurangnya media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual menghambat perkembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran seni musik tradisional tifa Papua berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kreativitas anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 04 Sentani. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan tifa dari bahan daur ulang mendorong anak lebih kreatif dalam merancang, mengeksplorasi bunyi, serta mengenal budaya Papua. Model ini mencakup lima tahapan: pengenalan, pembuatan, eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Selain menumbuhkan kreativitas, model ini juga membentuk kepedulian lingkungan dan identitas budaya sejak dini. Pendekatan ini menjadi solusi pembelajaran seni yang relevan di satuan PAUD, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber belajar.
Copyrights © 2025