Penelitian ini membahas dinamika soft power dengan fokus pada perbandingan antara strategi diplomasi budaya Turki melalui Neo-Ottomanisme, Korea Selatan melalui Hallyu (Korean Wave), dan Jepang melalui Cool Japan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi perbandingan sedikit negara dengan analisis literatur yang berkaitan dengan tren budaya populer asing di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi budaya Hallyu Korea dan Cool Japan lebih mudah diterima masyarakat Indonesia dengan dipengaruhi oleh konsistensi branding budaya yang lebih bervariasi, penetrasi media populer, kedekatan regional sebagai sesama bangsa Asia, serta aktivitas kedua budaya tersebut di masyarakat Indonesia termasuk di perguruan tinggi. Sebaliknya, Neo-Ottomanisme belum mampu membentuk citra budaya yang kuat di benak publik Indonesia dibandingkan dengan kedua strategi dari diplomasi budaya Hallyu Korea dan Cool Japan karena titik mulai diplomasi Neo-Ottomanisme masih terbilang baru meskipun adanya kedekatan historis Turki Utsmaniyah dengan Aceh dan solidaritas dengan masyarakat Indonesia sebagai sama-sama negara dengan mayoritas muslim di dalamnya. Kata kunci: Cool Japan, diplomasi budaya, Hallyu, Neo Ottomanisme, soft power
Copyrights © 2025