Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi anak merupakan salah satu penyebab utama tingginya kasus stunting di Indonesia. Ketidaktahuan terhadap pentingnya zat gizi seperti protein hewani, zat besi, dan vitamin sering kali menyebabkan pemberian makanan yang kurang sesuai, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi pengetahuan gizi ibu sebelum dan setelah menerima pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui media Kartu Integrasi. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan strategi pra-tes dan pasca-tes pada satu kelompok. Sampel terdiri dari 79 ibu dengan balita, dan 45 peserta dipilih melalui sampling acak sederhana menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Validitas kuesioner pengetahuan dievaluasi menggunakan uji korelasi Pearson, dengan nilai r berkisar antara 0,370 dan 0,870 (> Nilai rrtabel: 0,361), sehingga disimpulkan bahwa kuesioner tersebut valid. Hasil uji reliabilitas: uji cronchbach alpha lebihhbesar dari 0,60 yaitu 0,872-0,891, artinya reliabel. Kriteria Inklusi: Ibu yang tidak memiliki gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan, dapat berkomunikasi dengan baik serta memiliki handphone. Analisis dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil:Uji statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaannsignifikan antara pengetahuan ibu sebelum dannsesudah mendapat edukasi menggunakan media Kartu Integrasi. Peningkatan paling terlihat terjadi pada pemahaman tentang makronutrien, mikronutrien, dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Diskusi: Media Kartu Integrasi terbukti efektif sebagai sarana edukasi untukmmeningkatkan pengetahuannibu mengenai gizi balita. Media ini dapat dimanfaatkan dalam program promosi kesehatan, khususnya dalam mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran gizi di kalangan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Gizi Balita, Kartu Integrasi
Copyrights © 2025