Analisis debit puncak banjir sangat diperlukan dalam perencanan bangunan air. Penentuan debit puncak banjir yang tepat akan menghasilkan dimensi bangunan air yang lebih efektif dan ekonomis. Studi ini menguji keakuratan metode Weduwen, Haspers, Melchior, Nakayasu, dan Gama 1 dalam menghasilkan debit banjir rancangan yang sesuai untuk DAS Cabang. Data karakteristik DAS dibutuhkan untuk memperkirakan besarnya debit puncak banjir rancangan yang kemudian akan dibandingkan terhadap debit banjir observasi data debit. Berdasarkan hasil analisis didapatkan besar debit banjir rancangan yang beragam dengan metode Weduwen, Melchior, Haspers, Nakayasu dan Gama 1 menghasilkan debit puncak banjir periode ulang 100 tahun yakni : Weduwen = 451,073 m³/dtk, Haspers = 160,964 m³/dtk, Melchior = 990,711 m³/dtk, Nakayassu = 512,631 m³/dtk, dan Gama 1 = 633,333 m3/dtk. sedangkan debit banjir observasi adalah 156,921 m³/dtk. Berdasarkan evaluasi kelima metode, Haspers menghasilkan debit banjir rancangan yang paling mendekati debit banjir observasi segabai nilai yang menjadi acuan. Dengan nilai statistik terkecil yakni : VE = 31,581 %, RE = 6,161 %, dan RMS = 12,260. Adapun metode Melchior dan metode Hidrograf Gama 1 kurang andal jika digunakan pada DAS Cabang.
Copyrights © 2025