Pendidikan inklusif di tingkat sekolah dasar bertujuan untuk menyediakan peluang belajar yang setara bagi semua anak, termasuk mereka yang mempunyai kebutuhan khusus. Artikel ini mengeksplorasi berbagai metode yang diterapkan oleh guru dalam mengelola kelas inklusif, dengan penekanan pada pendekatan yang disesuaikan, pembelajaran kolaboratif, dan pemanfaatan teknologi bantu. Meskipun banyak sekolah dasar telah menerapkan pendidikan inklusif, beberapa tantangan utama yang muncul adalah kurangnya pelatihan bagi guru, fasilitas yang tidak memadai, serta kesulitan dalam mengatasi berbagai kebutuhan siswa. Melalui penelitian kualitatif, terungkap bahwa metode seperti pembelajaran terindividualisasi dan kolaborasi antar siswa sangat bermanfaat dalam meningkatkan partisipasi serta hasil akademik. Selain itu, pemanfaatan teknologi bantu memberikan dukungan yang signifikan bagi siswa penyandang disabilitas, yang memungkinkan mereka untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kolaborasi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua juga merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Namun keberhasilan dari strategi-strategi tersebut sangat bergantung pada pelatihan yang berkelanjutan untuk guru serta tersedianya sumber daya yang memadai. Artikel ini merekomendasikan bahwa peningkatan pelatihan profesional dan pengembangan sarana sekolah harus menjadi prioritas untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif di Indonesia.
Copyrights © 2025