Penelitian ini membahas identitas dan interaksi sosial dalam komunitas musik hardcore di Kota Medan, dengan fokus pada komunitas Homies yang berpusat di Kafka Space. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami proses pembentukan identitas sosial dan dinamika interaksi antaranggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas musik hardcore di Medan memiliki identitas yang kuat, ditandai dengan gaya hidup, simbol, dan nilai-nilai seperti kebebasan berekspresi, solidaritas, serta semangat perlawanan terhadap arus utama. Aktivitas khas seperti moshing dan stage diving tidak hanya menjadi bentuk hiburan, tetapi juga media untuk memperkuat kohesi sosial dan ekspresi kolektif. Terdapat dua gaya hidup utama dalam komunitas ini, yaitu straight edge yang menolak alkohol dan narkoba sebagai bentuk kesadaran sosial, serta beatdown yang lebih bebas namun tetap menjunjung etika komunitas. Meskipun menghadapi stigma negatif dan minimnya dukungan pemerintah, komunitas hardcore di Medan mampu bertahan melalui semangat kemandirian dan kolaborasi internal. Temuan ini menunjukkan bahwa skena musik hardcore berperan penting dalam membangun ruang alternatif bagi anak muda untuk meneguhkan identitas, memperjuangkan kebebasan, dan menumbuhkan solidaritas sosial di tengah budaya urban.
Copyrights © 2025