Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTITAS DAN INTERAKSI SOSIAL PADA KOMUNITAS MUSIK HARDCORE (STUDI KASUS: SKENA HARDCORE DI KOTA MEDAN) Celin Febrina Manaping; Zanrison Naibaho
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34867

Abstract

Penelitian ini membahas identitas dan interaksi sosial dalam komunitas musik hardcore di Kota Medan, dengan fokus pada komunitas Homies yang berpusat di Kafka Space. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami proses pembentukan identitas sosial dan dinamika interaksi antaranggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas musik hardcore di Medan memiliki identitas yang kuat, ditandai dengan gaya hidup, simbol, dan nilai-nilai seperti kebebasan berekspresi, solidaritas, serta semangat perlawanan terhadap arus utama. Aktivitas khas seperti moshing dan stage diving tidak hanya menjadi bentuk hiburan, tetapi juga media untuk memperkuat kohesi sosial dan ekspresi kolektif. Terdapat dua gaya hidup utama dalam komunitas ini, yaitu straight edge yang menolak alkohol dan narkoba sebagai bentuk kesadaran sosial, serta beatdown yang lebih bebas namun tetap menjunjung etika komunitas. Meskipun menghadapi stigma negatif dan minimnya dukungan pemerintah, komunitas hardcore di Medan mampu bertahan melalui semangat kemandirian dan kolaborasi internal. Temuan ini menunjukkan bahwa skena musik hardcore berperan penting dalam membangun ruang alternatif bagi anak muda untuk meneguhkan identitas, memperjuangkan kebebasan, dan menumbuhkan solidaritas sosial di tengah budaya urban.
Strategi Adaptasi Tradisi Sihali Aek Sebagai Kearifan Lokal Di Era Modernisasi Di Desa Tipang Donfordtigo Manalu; Zanrison Naibaho
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 3 No. 3 (2025): JIPNAS - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v3i3.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses implementasi dan nilai-nilai dalam tradisi Sihali Aek, menelusuri faktor-faktor penghambat dalam implementasi tradisi Sihali Aek di era modernisasi, dan menganalisis strategi adaptasi masyarakat Desa Tipang dalam menjaga keberlanjutan tradisi Sihali Aek di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tipang. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 11 informan yang terdiri dari Raja Napitu, anggota Sihali Aek, masyarakat setempat, generasi muda dan Kepala POKDARWIS serta dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sihali Aek merupakan sistem pengelolaan irigasi tradisional yang berusia lebih dari 200 tahun yang diimplementasikan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu Pertemuan Bolon Raja Napitu, Ritual Mangallang Indahan Siporhis, Marsirimpa Sihali Aek, dan diakhiri dengan kegiatan Manabar. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai marsirimpa (kerja sama timbal balik), nilai keadilan, nilai keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, serta nilai kepemimpinan. Faktor penghambat utama adalah pergeseran praktik ritual akibat sinkretisme agama, diversifikasi ekonomi, dan kesenjangan generasi dalam pemahaman dan minat terhadap tradisi Sihali Aek. Strategi adaptasi meliputi penafsiran ulang makna dengan menghubungkannya dengan isu-isu lingkungan kontemporer, sinkretisme agama melalui penggantian ritual animisme dengan doa-doa Kristen, integrasi dengan sektor pariwisata sebagai daya tarik budaya dan paket wisata, serta pembentukan jaringan kolaboratif dengan pemerintah dan lembaga pendidikan.