Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru sekolah dasar dalam mengatasi problematika pelaksanaan pembelajaran daring di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan lima guru kelas sebagai informan utama dan 75 peserta didik sebagai responden pendukung. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran daring melalui media sederhana seperti WhatsAppdan Google Form dengan menyesuaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) daring, alokasi waktu, dan materi esensial. Sebagian besar siswa (98,7%) menilai guru telah menyiapkan pembelajaran dengan baik, meskipun kendala utama masih ditemukan pada keterbatasan jaringan, kuota internet, serta keterampilan teknologi guru dan peserta didik. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut meliputi kolaborasi dengan orang tua, penggunaan media belajar kontekstual, serta inovasi pembelajaran berbasis kemandirian siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran daring di daerah kepulauan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi lebih pada adaptabilitas, kreativitas, dan komitmen guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna di tengah keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2025