Reorganisasi Mullemeister merupakan program desentralisasi pemerintahan Hindia Belanda yang berfokus pada pemberdayaan pegawai negara kolonial (koloniale beamstaats). Dalam reorganisasi tersebut, memberi hak otonomi (ontvoogding) kepada elit lokal bumiputra ditingkat kabupaten, distrik, maupun desa. Penelitian ini mengulas tentang reorganisasi Mullemeister dan pengaruhnya terhadap keberadaan elit lokal di Banyumas pada tahun 1908-1936 yang bernama penatus. Tulisan Sejarah ini menggunakan beberapa sumber seperti surat kabar, staatsblad, buku laporan dan verslag desa-autonomie. Penatus sebagai elit lokal Banyumas, justru kehilangan haknya sebagai tuan tanah setelah pemerintah kolonial menerapkan gerakan anti-elitis dan UU desentralisasi. Akibat gerakan tersebut, sebagian penatus ada yang beralih profesi menjadi carik, sebagian lainnya kehilangan profesinya. Pergeseran status sosial dan hak politik inilah yang berdampak pada status penatus sebagai kelas penguasa menjadi kelas pekerja atau (pegawai kolonial).
Copyrights © 2025