Penelitian ini membahas pentingnya Maharah Istima' (kemampuan mendengar) dalam pembelajaran Bahasa Arab bagi non-penutur asli, dengan fokus pada pendekatan yang dikembangkan oleh Muhammad Kamil An-Naqoh. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tantangan yang dihadapi oleh non-penutur asli dalam memahami dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya keterampilan mendengar yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep Maharah Istima' menurut An-Naqoh, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran keterampilan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Maharah Istima' yang berbasis pada teori An-Naqoh dapat meningkatkan kemampuan mendengar non-penutur asli. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama, seperti kesulitan siswa dalam fokus, memahami aliran suara, dan merespons dengan tepat. Selain itu, pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menggunakan metode pengajaran yang sesuai juga ditekankan. Rekomendasi yang diberikan mencakup perlunya integrasi aspek fonetik, semantik, gramatikal, dan morfologi dalam pengajaran, serta penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi pengajaran Bahasa Arab, khususnya dalam meningkatkan keterampilan menyimak bagi non-penutur asli.
Copyrights © 2025