Ketimpangan teknologi di kalangan siswa masih menjadi tantangan yang signifikan dalam proses pembelajaran digital yang ada di Indonesia. Kesenjangan akses terhadap perangkat , jaringan internet, dan literasi digital mengakibatkan perbedaan kualitas dalam pembelajaran antar siswa di wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptif yang di terapkan guru dalam menghadapi ketimpangan teknologi siswa serta bagaimana strategi tersebut mempengaruhi keberlangsungan pembelajaran yang inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan telaah dokumen terdahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru menerapkan beragam strategi adaptif seperti penggunaan media pembelajaran ringan seperti (WhatsApp, Google Form, Zoom, dan lain-lainnya) pendekatan diferensiasi berdasarkan kondisi siswa, serta penguatan literasi digital melalui pelatihan mandiri dan kolaborasi komunitas. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator dan informator dengan menyesuaikan metode, waktu, serta bentuk evaluasi agar tetap relevan dengan kemampuan teknologi siswa. Temuan ini menegaskan bahwa strategi adaptif guru menjadi faktor kunci dalam mengatasi kesenjangan digital, memperkuat keadilan pendidikan, dan mendukung transformasi pembelajaran yang berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2025