Distribusi bahan bakar minyak (BBM) merupakan elemen penting dalam rantai pasok energi yang menuntut efisiensi tinggi untuk menjaga keandalan suplai dan menekan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi rute distribusi BBM dari Fuel Terminal (FT) XYZ ke 16 Pertashop di Kabupaten Gunung Kidul menggunakan metode Saving Matrix. Pendekatan ini digunakan untuk menentukan kombinasi rute paling efisien dengan mempertimbangkan jarak, kapasitas armada, dan biaya bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum optimasi, total jarak tempuh distribusi mencapai 1.004 km dengan biaya operasional sebesar Rp81.333.034 per hari. Setelah penerapan metode Saving Matrix, jarak berkurang menjadi 778,4 km dan biaya turun menjadi Rp60.380.069 per hari, atau terjadi efisiensi sebesar 26%. Selain penghematan biaya, jumlah armada berkurang dari lima menjadi empat unit, dan konsumsi bahan bakar menurun hingga 37%. Dengan demikian, penerapan metode Saving Matrix terbukti efektif dalam menekan biaya distribusi, memperbaiki efisiensi operasional, serta mendukung prinsip keberlanjutan dalam sistem logistik BBM di Indonesia.
Copyrights © 2025