Penelitian ini menganalisis keberlangsungan ruang reproduksi sosial tradisi budaya Kokocoran pada masyarakat Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Tradisi Kokocoran, sebagai warisan budaya lokal yang masih dilestarikan, mengandung makna filosofis dan nilai-nilai penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi ini diwariskan dan dipertahankan dari generasi ke generasi di tengah tuntutan modernitas. Menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini mengkaji peran konsep habitus, modal (ekonomi, budaya, sosial, simbolik), dan ranah (field) dalam pelestarian tradisi Kokocoran. Metode penelitian etnografi digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data interaktif Miles dan Huberman diterapkan, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reproduksi sosial tradisi Kokocoran terjadi melalui internalisasi nilai-nilai budaya dalam keluarga, pendidikan informal di masyarakat, partisipasi aktif generasi muda, serta peran sentral tokoh adat sebagai agen reproduksi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi dan memberikan implikasi praktis bagi kebijakan kebudayaan.
Copyrights © 2025