Pendidikan merupakan institusi sosial yang tidak pernah netral dari pengaruh politik dan kekuasaan. Ia berfungsi sebagai arena ideologis tempat negara, kelompok dominan, dan masyarakat saling bernegosiasi dalam membentuk kesadaran kolektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa dalam politik pendidikan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka yang bersifat integratif-kritis. Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu hakikat politik pendidikan, teori-teori kekuasaan dalam pendidikan menurut Freire, Gramsci, dan Foucault, serta dinamika politik pendidikan di Indonesia sejak masa kolonial hingga era reformasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran ganda: sebagai instrumen reproduksi kekuasaan sekaligus sebagai sarana emansipasi manusia. Dalam konteks Indonesia, kebijakan dan kurikulum pendidikan mencerminkan konfigurasi politik yang dominan pada setiap periode sejarah. Namun, melalui paradigma dialogis dan emansipatoris sebagaimana dikemukakan Freire, pendidikan berpotensi menjadi kekuatan transformatif untuk melahirkan kesadaran kritis. Kontribusi utama artikel ini terletak pada sintesis konseptual antara teori kekuasaan klasik dan dinamika politik pendidikan Indonesia kontemporer, yang menawarkan kerangka reflektif-transformatif untuk memahami pendidikan sebagai arena dominasi sekaligus pembebasan sosial.
Copyrights © 2025