Sebagian orang tua beranggapan bahwa anak yang bersekolah pada jenjang taman kanak-kanak perlu dibekali kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai bentuk kesiapan fisik dan psikologis sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah anak usia di bawah 7 tahun yang telah memasuki sekolah dasar, bahkan beberapa taman kanak-kanak di Indonesia menerima peserta didik berusia kurang dari 4 tahun. Namun, pada kondisi ideal, anak usia di bawah 7 tahun umumnya belum siap untuk melanjutkan ke jenjang sekolah dasar jika ditinjau dari tahapan perkembangan fisik-motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, serta nilai agama dan moral. Secara khusus, Sudjarwo (Republika, 2010) menyatakan bahwa pengenalan calistung sebelum anak berusia 7 tahun dapat menghambat perkembangan kecerdasan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak tuntutan orang tua terhadap kesiapan belajar calistung dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara dan observasi, serta dianalisis menggunakan Grounded Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan orang tua memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif mencakup kemudahan dan kecepatan anak dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan dampak negatif meliputi peningkatan stres, perilaku gaduh, serta gangguan psikologis yang muncul akibat tekanan belajar.
Copyrights © 2025